
Wali Kota Bekasi Ajak Warga Optimalkan Pangan Lokal untuk Menu Sehat dan Bergizi
KATANUSANEWS.COM, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri kegiatan Lomba Cipta Menu Berdaya Lokal dengan tema Menu Emas Harga Pas untuk Balita Sehat: Kreasi Menu B25A Berbasis Ubi dan Protein Nabati, Senin (28/9/2026).
Melalui kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi tersebut, masyarakat didorong untuk lebih kreatif mengolah bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar menjadi menu yang sehat, bergizi dan tetap terjangkau.
Tri Adhianto menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi. Kualitas serta keseimbangan kandungan nutrisi menjadi bagian penting, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Konsumsi protein harus terus ditingkatkan. Kita perlu membangun kesadaran bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga ujar Tri.
Dorong Pangan Lokal Jadi Alternatif
Selain meningkatkan konsumsi protein, Wali Kota Bekasi juga mendorong pengembangan sumber pangan lokal sebagai alternatif bahan pangan utama.
Salah satu yang pernah didorong Pemerintah Kota Bekasi adalah penguatan penanaman **sukun** sebagai salah satu sumber karbohidrat lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan berbasis terigu.
Tri juga mengingatkan bahwa penerapan pola hidup sehat harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, asupan makanan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
Perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji serta penggunaan gawai secara berlebihan, menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.
Lifestyle sehat itu bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagaimana kita bergerak dan menjaga keseimbangan hidup. Penggunaan karbohidrat yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik perlu kita perbaiki bersama, katanya.
Ajak Generasi Muda Kenali Kuliner Tradisional
Pemkot Bekasi juga mengajak masyarakat kembali mengenal makanan tradisional yang menggunakan bahan segar dan memiliki komposisi gizi yang baik.
Tri mencontohkan tahu campur khas Jawa Timur sebagai salah satu makanan daerah yang memadukan bahan nabati dari tahu dengan sumber protein lainnya.
Generasi sekarang perlu kembali mengenal makanan tradisional. Banyak makanan daerah yang sebenarnya memiliki nilai gizi baik karena menggunakan bahan segar dan berkualitas,jelasnya.
Menurut Tri, pengembangan menu berbasis pangan lokal juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi. Hasil kreasi tersebut nantinya dapat dikembangkan dan dipublikasikan sehingga menjadi inspirasi dalam penyediaan makanan sehat dan terjangkau.
Pengawasan Program MBG Diperkuat
Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tri menekankan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan. Hal tersebut diperlukan agar menu yang diberikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar gizi.
Lomba kreasi menu MBG juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong munculnya inovasi makanan sehat dengan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal yang tersedia di Kota Bekasi.
Menu-menu kreatif hasil karya masyarakat Kota Bekasi nantinya dapat dikembangkan dan dipublikasikan sebagai inspirasi bersama. Kita ingin masyarakat ikut berperan dalam menciptakan menu sehat, bergizi, dan terjangkau,ungkapnya.
Selain program tersebut, Pemerintah Kota Bekasi dijadwalkan menggelar Gebrak Pasar (Gerakan Kembali ke Pasar) pada Jumat mendatang. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memilih bahan pangan segar sekaligus mendukung keberadaan pasar rakyat.
ADV/JHONRIS.P.S
