
Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Ferry Sirait Soroti Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan Meski Memiliki Kawasan Industri Terbesar
Cikarang Pusat – katanusanews.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari komisi IV menyoroti sulitnya mencari pekerjaan di Kabupaten Bekasi saat ini. Tingginya angka pengangguran khususnya warga lokal harusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Dimana letak kekurangannya. Sedangkan kita memiliki basis kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Demikian disampaikan kepada KNN Kamis,(01/10/2026).

Menurut dr Ferry Parluhutan Sirait yang juga berasal dari fraksi PDI-P pengganti antar waktu (PAW) dari Soleman yang sebelumnya terjerat kasus korupsi, mengatakan bahwa pentingnya intervensi dari Pemda Kabupaten Bekasi yang memiliki wilayah kawasan industri.
BLK kita ada harusnya lebih digenjot lagi supaya daya saing pekerja lokal kita dapat bersaing dengan warga yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Bekasi. Tingkatkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini. Jangan hanya penonton kita di daerah kita sendiri.

Sementara itu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bekasi pada pendataan terakhir yang dicatat oleh BPS Jawa Barat mencapai 8,78% atau sekitar 145.620 orang. Meskipun Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia dengan ribuan perusahaan, angka pengangguran ini masih tergolong tinggi.
Penyebab Utama Tingginya Pengangguran adalah
Kesenjangan Kompetensi: Keterampilan atau keahlian tenaga kerja lokal sering kali belum sesuai dengan kualifikasi dan teknologi yang dibutuhkan oleh industri modern.
Miskomunikasi Pasar Kerja: Kurangnya kesiapan sejak dini membuat lulusan sekolah atau pelatihan lokal kerap tertinggal dibanding pendatang dari luar daerah.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat KDM menyoroti tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi di tengah derasnya investasi dan perkembangan kawasan industri.

KDM menilai pertumbuhan industri belum sepenuhnya diikuti dengan terbukanya akses kerja bagi masyarakat setempat. Salah satu persoalan yang disorot adalah informasi rekrutmen yang dinilai masih banyak berlangsung secara tertutup. Berdasarkan data BPS Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bekasi mencapai 8,78% atau sekitar 145.620 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Barat.
Di sisi lain, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan perusahaan sebanyak 9.100. Harusnya persoalan tenaga lokal sudah beres tapi kenyataan pahit yang diterima anak kabupaten Bekasi harus diperjuangkan oleh Pemda setempat , Ungkap kdm. ADV/JHONRIS
