
BPBD Kabupaten Bekasi Kolaborasi Salurkan Bantuan 12,8 Juta Liter Air Bersih Untuk Warga Berdampak Kekeringan
KAB. BEKASI – KataNusaNews.com Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan stakeholder lainnya untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang berdampak kekeringan. Hal dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami dampak kekurangan air bersih dalam lingkup mereka tinggal.
Perlu diketahui bahwa memasuki bulan Oktober kekeringan masih melanda Kabupaten Bekasi. Terdapat 329 titik kekeringan yang tersebar di 50 desa di 14 kecamatan yang mengalami krisis air bersih mulai dari Kecamatan Cibarusah sampai Muaragembong.
Kemarau panjang di Kabupaten Bekasi sangat berdampak terhadap petani dikarenakan 949 hektare lahan pertanian di 41 desa yang tersebar di 13 kecamatan mengalami kekeringan.
Menghadapi fenomena Godzilla El Nino yang menyebabkan kemarau panjang ini, Pemerintah kabupaten Bekasi tak tinggal diam. Kolaborasi terus dilakukan bersama seluruh stakeholder untuk mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang mengalami krisis air bersih.
“Air bersih dan air minum terus kami distribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Hingga 23 September 2026 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, jumlah air bersih yang sudah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan mencapai 12.796.030 liter.
Bantuan tersebut berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 4.106.000 liter, Perumda Tirta Bhagasasi 3.230.000 liter dan Palang Merah Indonesia (PMI) 2.004.330 liter. Selain itu bantuan juga datang dari Baznas, BBWS, TNI/Polri, Kawasan Industri, Kwarcab Pramuka, PGRI, Kormi, KemenPU, yayasan dan komunitas peduli bencana.

Adapun sebaran wilayah terdampak kekeringan terbanyak berada di Kecamatan Cibarusah 89 titik, Serang Baru 55 titik, Bojongmangu 50 titik, Kecamatan Babelan 42 titik, Pebayuran 25 titik, Sukawangi 17 titik dan Tarumajaya 14 titik.
Selanjutnya Kecamatan Cikarang Pusat 12 titik, Cikarang Selatan 10 titik, Muaragembong 6 titik, Karangbahagia 3 titik, Sukakarya 2 titik, Cabangbungin 2 titik dan Cibitung 2 titik.
Selain air bersih, bantuan untuk warga terdampak kekeringan juga diberikan dalam bentuk air mineral, toren, sumur bor dari Baznas dan Posko Pengolahan Air Bersih dari Palang Merah Indonesia.
Perlu diketahui bahwa Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan aktivitas ekonomi yang besar, sekaligus menghadapi berbagai potensi bencana dan risiko kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan faktor hidrometeorologi, kondisi lingkungan, serta perkembangan wilayah.
“Penanggulangan bencana tidak dapat hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesiapsiagaan, mitigasi, sistem peringatan dini, kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga kebencanaan, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus ditingkatkan.
Perlu diketahui bahwa sebentar lagi Musim berganti maka persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi adalah musim penghujan yang menimbulkan banyak Daerah yang mengalami kebanjiran seperti yang selama ini terjadi.
Maka dengan ini Perlu himbauan dan ajakan agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan kita. Karena itu persoalan dan dampak kerugian ekonominya juga sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.ADV/JHONRIS.P.S
