KOMISI 1 DPRD KABUPATEN BEKASI MARJAYA SARGAN, FOKUS PEMBANGUNAN KABUPATEN BEKASI PADA INFRASTRUKTUR 2026

KOMISI 1 DPRD KABUPATEN BEKASI MARJAYA SARGAN, FOKUS PEMBANGUNAN KABUPATEN BEKASI PADA INFRASTRUKTUR 2026

CIKARANG PUSAT – KataNusaNews. Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi H.Marjaya Sargan,S.Sos mengatakan bahwa arah Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2026 ini harus berfokus pada perbaikan Infrastruktur Jalan, Transportasi, perbaikan irigasi pertanian, saluran dan Rutilahu. Hal dikatakan kepada KNN Rabu,(04/03/2026).

Sebagai Mitra strategis DPRD Komisi 1 di Kabupaten Bekasi Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) harus bisa mensinergikan semua stakeholder dan Dinas-dinas terkait agar arah Pembangunan Daerah berjalan dengan baik.

Pemerintah kita memang saat ini sedang dalam tahap Efisiensi anggaran yang bisa mengganggu arah keuangan daerah dan pembangunan daerah. Maka diperlukan koordinasi yang baik, supaya tidak ada kendala di kemudian hari dalam pembangunan berkelanjutan tahun anggaran 2026 ini.

Di sisi lain Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Dwi Sigit Adrian mengatakan bahwa arah dan rencana Pembangunan Kabupaten Bekasi 2026 (RKPD 2026) berfokus pada percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup, dan pertumbuhan ekonomi, dengan APBD mencapai Rp7,7 triliun. Prioritas utama meliputi perbaikan 1.660 titik jalan, pembangunan 306 Rutilahu, drainase, irigasi, serta peningkatan pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan untuk mendukung visi misi Kabupaten Bekasi 2025-2029.

Sedangkan Fokus Utama Pembangunan 2026 yaitu
Infrastruktur dan Transportasi. Anggaran infrastruktur mencapai 8,3% dari total belanja, meliputi rekonstruksi 1.660 jalan, pelebaran 11 titik jalan, pembangunan 8 jalan baru, dan 21 titik drainase untuk mengatasi banjir.

Sedangkan pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) menargetkan renovasi 306 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan bantuan Rp40 juta per unit.

Kesehatan dan Pendidikan, Alokasi anggaran melampaui ketentuan wajib (mandatory spending) untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Sedangkan pada bidang Ekonomi dan Pertanian, Fokus pada pertumbuhan ekonomi berkualitas dan alokasi anggaran pertanian sebesar 2,3%.

Sedang pada bidang Lingkungan adalah Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup dan sistem persampahan.

Arah Kebijakan dan Strategi meliputi
Sinergi Anggaran APBD 2026 sebesar Rp7,7 triliun difokuskan pada belanja modal dan infrastruktur untuk mendongkrak konektivitas antarwilayah. Sedangkan anggaran yang sepakati untuk infrastruktur adalah sebesar Rp 1.1 Triliun.

Sedangkan Fokus Kewilayahan adalah Pembangunan tersebar di berbagai kecamatan, termasuk perbaikan infrastruktur di wilayah utara (Muaragembong) dan pengembangan pusat kegiatan.

Pembangunan ini bertujuan meningkatkan daya saing daerah dan memaksimalkan pelayanan publik melalui pendekatan yang lebih partisipatif dan terintegrasi. ADV/ JHONRIS

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )