
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi Dorong Distan Antisipasi Perubahan Cuaca Terhadap Petani
CIKARANG PUSAT – KataNusaNews. Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi dari fraksi PKS Hj Ani Rukmini, M.I.Kom mengatakan bahwa Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bekasi harus mulai menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan di sektor pertanian. Meskipun hingga saat ini kondisi lahan sawah masih dinilai aman dari bahaya kurangnya suplai air dari irigasi dan sungai di Bekasi ungkap Hj.Ani Rukmini, M.I.Kom Kepada KataNusaNews Kamis, (11/06/26).

Masih menurut Ani Rukmini bahwa dibutuhkan sinergi dari hulu ke hilir dan kerjasama antar instansi agar persoalan pertanian seperti ini bisa di atasi dengan baik. Tugas para penyuluh pertanian adalah untuk memitigasi daerah daerah yang mana sudah mulai mengalami kekeringan.
Disisi lain Bappeda Kabupaten Bekasi juga harus ikut berperan di sana dalam pembangunan Saluran dan irigasi yang baik agar persoalan klasik seperti ini tidak kembali terulang kembali. Dari dulu persoalan ini selalu timbul ketika tiba musim berganti, ungkap Ani Rukmini.

Di sisi lain Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo ketika ditemui di Kantornya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya pemetaan lokasi lahan sawah yang berpotensi terdampak kekeringan akibat musim yang sebentar lagi akan berganti.
“Kami melakukan mitigasi terhadap lokasi-lokasi sawah yang rawan kekeringan, termasuk pendataan pompa bantuan pemerintah maupun milik petani yang tersedia di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan pendataan terhadap berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama pada musim kemarau.
Menurut Dodo, langkah lain yang turut disiapkan adalah sosialisasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi ketersediaan air. Petani diimbau untuk mempertimbangkan pergiliran tanaman ke komoditas yang tidak membutuhkan banyak air.
Untuk sementara ini memang belum ada lahan yang rawan kekeringan. Dampak dari normalisasi di BSH0 masih cukup untuk mendukung kegiatan dalam bercocok tanam khususnya tanaman padi.

Meski demikian, Distan tetap memberikan rekomendasi alternatif komoditas yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti jagung, ketimun, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Bekasi tetap stabil di tengah potensi perubahan kondisi cuaca ke depan. ADV/JHONRIS.P.S
